Kamis, 27 Mei 2010

Upacara Mecaru di India

Dikutip dari ‘THE HINDU MAGAZINE’, Minggu, 23 Mei 2010, dengan judul ‘WHEN THE SPIRIT SPEAK’ oleh Geetha Rao, disimpulkan oleh Putu Wiwid Budiastra


Ketika Roh Bicara

India merupakan asal mula agama hindu yang kita anut di Bali sekarang. Jadi, ada beberapa aspek yang sama dari kehidupan umat hindu di Bali dengan umat hindu di India. Contohnya adalah upacara agama yang satu ini, Bhuta Kola. Merupakan tradisi yang Turun-temurun dilakukan oleh umat hindu di wilayah Tulunadu, Karnataka, India.

Bhuta Kola ini merupakan perpaduan antara teater, lakon dan unsur agama, jika diperhatikan dari konteks budaya. Bertujuan untuk menyucikan setiap tempat, rumah atau desa tersebut agar terbebas dari pengaruh Bhuta Kala. Hal ini hampir sama dengan upacara Mecaru di Bali.

Upacara dimulai dari Lakon Bhuta mandi air suci untuk membersihkan jiwa dan raga mereka. Kemudian dipakaikan baju merah berlengan panjang dan dibubuhi mahkota perak di kepala yang diberi nama Taramani. Selanjutnya memakai kalung yang terbuat dari bunga melati dan bunga kanakambaram jingga. Untuk Bunta (lakon teman dari bhuta) memakai hal yang sama, yang berbeda adalah mahkotanya, lebih kecil dan berwarna perunggu. Wajah mereka dibubuhi warna kuning dari pewarna berbahan tumbuhan, dan di pinggang melingar sebuah rumbai janur.

Saat semua sudah siap, paad daana (nyanyian narasi) dimulai dengan iringan instrument perkusi dan seruling, maka kedatangan roh mulai terasa. Daiva (roh yang memasuki tubuh dan berpengaruh terhadap lingkungan keluarga dan desa setempat) membuat tubuh mereka bergetar, mulai bergerak hingga menempati Chapra (pavilyun).

Percakapan antara orang suci (kalau di Bali kita kenal dengan sebutan pemangku) dengan Daiva terjadi Sangat intens, juga melibatkan keluarga atau sesepuh di tempat itu. Hal ini bertujuan untuk menenangkan dan memberi petunjuk terhadap kehidupan mereka. Sampai semua akhirnya berakhir, orang suci akan mengucap mantra hingga Daiva lepas dari tubuh lakon Bhuta dan Bunta.

Jika kita simpulkan, memang kehidupan umat agama hindu di Bali dengan umat agama hindu di India memiliki beberapa kesamaan tradisi. Hanya saja berbeda dalam tata cara, sarana dan prasarana untuk melaksanakan suatu upacara tertentu.

Namun, semua memiliki makna yang sama, yaitu membersihkan lingkungan tempat, rumah atau suatu desa dari pengaruh buruk para Bhuta Kala. Sehingga perlu diadakan suatu ritual dalam kurun waktu atau peroide tertentu. Kalau di Bali kita kenal dengan Mecaru, sedangkan di India dikenal dengan Bhuta Kola.